Langsung ke konten utama

Sebuah Aset Tak Tertandingi

Yaps! Siapa yang tak kenal Indonesia? Sebuah nama yang sudah mencuat hingga ke mancanegara. Seluruh dunia tahu dan mengakui bahwa Indonesia-lah salah satu negara paling prospektif di dunia akan hasil alam yang melimpah. Bisa dibuktikan dengan banyaknya perusahaan-perusahaan lokal maupun asing yang berinvestasi di tanah air ini. Investasinya dapat berupa mendirikan penambangan yang sekiranya membutuhkan dana yang tidak besar melainkan sangat besar. Dengan teori saya yang mengatakan jika orang-orang ‘berani’ berinvestasi miliaran bahkan triliunan dolar untuk sesuatu, jelas merekalah yang akan menjamin diri mereka sendiri dengan mendapat keuntungan yang berlipat.
Satu kata yang terrefleksikan dari benak saya, ketika mendengar sebuah kata pertambangan ialah strong. Strong yang dimaksud disini adalah memiliki sebuah ketangguhan, tekanan, kedisiplinan, kerja keras dan modal besar. Tidak tanggung-tanggung tiap orang yang bekerja di tempat penambangan akan meninggalkan sanak dan keluarganya dengan relatif waktu yang lama, berbulan-bulan sampai bertahun-tahun. Tapi tak heran, upah yang didapat sebanding lurus dengan usaha mereka. Pantas saja jika dalam waktu kurang lebihnya 3 tahun mereka dapat mengumpulkan sejumlah uang untuk bekal dimasa pensiunan, dan tak jarang juga setelah itu keluar dan mencari pekerjaan lain yang ‘mungkin’ mereka anggap lebih santai.
Yah, it’s just an opinion dan dari testimoni yang ada. Tapi okelah jika perusahaan tambang berani membayar jerih payah yang besar untuk karyawan-karyawannya, karena pasti pihak perusahaan mendapat pemasukan yang jauh lebih besar. Dengan asumsi harga mineral tambang sekarang ini cukup mahal sedangkan persediaan mereka jutaan bahkan triliunan ton atau liter, kecil bagi mereka untuk menggaji karyawan, membayar pajak ataupun maintenance lainnya.
Tapi bagi sebagian orang menganggap bahwa pertambangan adalah suatu yang mengerikan, mencekam dan wah parah deh pokoknya (bingung mau jelasin apalagi,hhehe). And why? Jawabannya dalah mereka hanya melihat suatu sisi kecil dimana sisi itu merupakan sisi yang paling tampak pada kepribadian pertambangan yaitu merusak. Bisa dibayangkan pertambangan adalah suatu bentuk dari 3 dimensi ruang, apapun bentuk ruang itu dan jika dari luar terlihat sebuah permukaan polos dan ternyata ada satu noda disisi permukaan ruang itu, sehingga noda itulah yang mencolok dimata pengamat,  sedangkan sisi lainnya polos, sulit untuk direpresentasikan karena fokus hanya pada noda tadi.
Padahal niat dari suatu institusi atau kegiatan penambangan adalah mencari sumber dan mengambil kekayaan alam untuk disimpan dan diolah sehingga dapat digunakan untuk kepentingan orang banyak. Sisi itulah terkadang kita lupa, dan jika dingat dan direnungkan, apasih yang telah dan sedang kita gunakan pada kehidupan sehari-hari? Ketika mandi, berangkat kerja, bermain, kemasan makanan, gedung dan lainnya. Itukan suatu bentuk perwujudan hasil tambang berupa logam-logam dan mineral yang sudah diolah dan dipoles sehingga demikian bagus dan berfungsi dengan baik. Bayangkan jika tidak ada yang mencari, mengambil dan memproses, mau makan pakai apa kita, mau kerja dimana dan kenyataan memang sangat memudahkan dan make it simple.

Dalam semesta pertambangan, sebenarnya hanya ada tiga skema utama, yakni ekplorasi, eksploitasi dan prosesi. Sisanya kitalah yang menggunakan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Ujian Praktek SMA; Bersama Leonardus dan Priya

Berprahara Setegar Pujangga Putra Merah, merah Adalah duka dalam derita Berjuta jiwa berjuta nyawa Merah Mencapai hati menyerang nurani Saat tragedi kemanusiaan dimulai Tanjung Priok, Ambon dan Poso, trisakti ‘98 Tapi merah akan tetap teguh Surabaya 10 November, Jogja 5 Maret, Bandung Lautan Api Adalah bukti penyebab merah masih mengalir dalam denyut nadi pribumi Merah adalah cinta,  adalah amarah Yang mengantarkan nyawa mallaby jendral sekutunya bangsa jatuh ke neraka Merah adalah darah, Sipadan Ligitan hilang BUMN digadaikan Darah mu adalah hitam Birokrat, memakan uang rakyat, oknum pejabat, tak punya hati nurani Hitam Adalah hasrat, adalah kepentingan, adalah tawa diatas derita Hitam, akulah yang kau sebut hitam itu Akulah yang kau sebut keparat tak punya nurani itu Nurani Apa kabarmu nurani Masihkah ia hidup di negeri ini, ditanah ini Ketika budi pekerti hanyalah sampah Masih bernafaskah hati nurani ini Aku, Sang ...

KORUPSI ?? MENGAPA HARUS TERJADI !!

            Siapa sih yang tidak kenal dengan kata korupsi. Dialah si penyebab orang buta, yang buta hati, tak peduli, tak malu dengan perbuatan keji seperti itu. “Tanpa korupsi saya tidak akan bisa melakukan seperti yang saya mau tentunya” ujar setiap koruptor, Korupsi sendiri sangat disegani bagi para penimbun kekayaan, karena dengan keberadaannyalah dapat mengubah hidup para manusia yang tergiur dengan harta. Dengan uang, semua hal dapat dilakukan di Indonesia bahkan di muka bumi sekarang kita berdiri. Apapun itu dapat di beli dengan uang mulai dari barang, budaya, politik sampai hukum pun dapat dibeli terutama di Indonesia. Seakan akan mereka merasa sangat aman, karena masih memiliki kekasih semu mereka “uang”.             Korupsi pun akhirnya meraja lela di negeri yang terkenal dengan berjuta kekayaan alam yang melimpah. Tercatat oleh The World Justice Project, pada ta...