Belajar, merupakan suatu kewajiban
bagi setiap anak-anak yang bersekolah. Tak mungkin mereka meninggalkan kewajibannya
itu kecuali bagi mereka yang memang sudah putus sekolah.
Belajar tentunya telah menjadi kerabat sekaligus teman
sejati mereka untuk meraih masa depan. Hampir sebagian besar waktu, mereka
habiskan untuk belajar. Bayangkan saja hampir semua sekolah yang di wilayah
Jabodetabek dimulai jam 7 pagi sampai jam 3 sore, sama seperti orang-orang
kantoran. Rasanya aneh sekali kalau hidup kita hanya dipakai untuk belajar,
belajar, dan terus belajar. Apa tidak ada pekerjaan lain yang lebih
meningkatkan produktivitas?
Bagaimana dengan bisnis?, bagi
pengusaha besar yang sukses seperti bakrie, memang sudah biasa mendengar
istilah tersebut, namun bagi pelajar tidaklah sering mereka mendengar. Karena
memang di Indonesia sendiri anak harus sudah di ajak untuk belajar mulai usia
dini, ditambah lagi dengan program wajib belajar 9 tahun. Hingga semua pelajar
berpikir bahwa mereka harus belajar, tanpa belajar mereka tidak akan sukses
kelak.
Tapi sekarang
banyak pelajar yang memiliki jalan pikiran yang berbeda dengan pelajar lain. Tidak
hanya dengan belajar mereka dapat sukses, juga dengan mencari peluang untuk
membuka usaha mereka lakukan. Mereka ingin bisa mendapatkan uang dari hasil jerih
payah mereka sendiri, alias mandiri. Mereka tidak ingin merepotkan kedua orang
tua mereka walau keduanya masih berpenghasilan. Mereka juga ingin membahagiakan
orang tuanya dengan prestasi yang baik, juga mampu berpenghasilan.
Kita lihat saja salah satu contoh dari 2 orang siswi
SMAN 2 Tangerang Selatan yang sudah memulai usahanya dengan berjualan kue
bersama dengan seorang temannya. Teman-teman sekolahnya biasa memanggil mereka
Dresti dan Stacia. Gadis yang masih
duduk di kelas X bilingual ini sudah terbiasa dengan barang dagangannya itu.
Tiap pagi sebelum pelajaran dimulai, dagangan mereka selalu disambar sampai
habis oleh teman-temannya. Dengan harga Rp 2.000,- itu mereka dapat meraup
untung sekitar 25 persen tiap harinya. Ya memang, dengan harga yang tidak terlalu
mahal itu bisa tergantikan dengan rasanya yang enak, yang pastinya akan menarik
minat pembeli.
Sebenarnya bisnis kecil-kecilan seperti yang dilakukan
oleh kedua orang siswi tersebut merupakan kegiatan yang tidak sia-sia. Mereka
dapat menyempatkan diri mereka untuk lebih produktif ditengah-tengah kesibukan
mereka akan pelajaran dan ekstrakurikuler. Dan masih banyak lagi peluang usaha
yang dapat dilakukan oleh anak sekolahan seperti berjualan pulsa, alat tulis,
kaos distro, jaket angkatan dan lain-lain.
Tapi bagaimana pendapat orang tua tentang ini?
Setujukah mereka dengan anak sekolah yang memiliki penghasilan sendiri?
Kebanyakan orang tua menyuruh anak-anaknya untuk
belajar yang rajin supaya bisa mendapat pekerjaan ketika dewasa nanti. Tidak
usah macam-macam, karena takut akan nilai anaknya jelek bahkan menurun. Tapi
itu semua tergantung pada si anak sendiri, jika sang anak memang bisa mengatur
waktunya dengan baik tentu bukan masalah, yang jadi masalah adalah mental dari
si anak itu. Karena namanya orang jualan pasti banyak cobaan baik itu rugi
sampai celaan orang-orang.
Menurut saya, tak ada salahnya pelajar baik itu SMP
atau SMA bahkan SD yang ingin berjualan. Selain bisa menambah uang jajan,
mereka juga dapat melatih dirinya menghadapi kerasnya masa depan nanti. Kita
tidak perlu menunggu diri kita sampai dewasa nanti untuk berpenghasilan, mulai
dari sekarang juga bisa asal ada keinginan dan motivasi yang kuat. Untuk itu,
para orang tua sebaiknya tidak melarang anaknya untuk berbisnis, justru harus
mendukung mereka. Toh tidak ada salahnya kalau mereka tidak meminta uang jajan
lagi karena sudah berpenghasilan. Sama-sama untung bukan?
Bisnis memang universal, tidak hanya orang dewasa saja
yang dapat melakukannya, tapi anak remaja pun mampu melakukannya. Jadi mulai
sekarang jadikan diri anda sebagai pengusaha muda, tidak usah bermodal besar,
mulailah dari yang sederhana dan kecil-kecilan.
Bagi umat yang
beragama islam, Nabi kita Muhammad SAW merupakan seorang pengusaha sekaligus
pemimpin yang jujur dan dapat dipercaya. Islam sendiri mengajarkan kepada kita
untuk berbisnis meniru sunah rasul. Selagi anda mampu dan dapat membagi waktu
dengan baik, kenapa tidak dicoba.
Sumber : 1. Kompas.com
2. Narasumber : Anindita Dresti (x.6)
3. Yahoo answer
4. Buku Harun Yahya
5. Google.com
Komentar
Posting Komentar