Langsung ke konten utama

KORUPSI ?? MENGAPA HARUS TERJADI !!


            Siapa sih yang tidak kenal dengan kata korupsi. Dialah si penyebab orang buta, yang buta hati, tak peduli, tak malu dengan perbuatan keji seperti itu. “Tanpa korupsi saya tidak akan bisa melakukan seperti yang saya mau tentunya” ujar setiap koruptor, Korupsi sendiri sangat disegani bagi para penimbun kekayaan, karena dengan keberadaannyalah dapat mengubah hidup para manusia yang tergiur dengan harta. Dengan uang, semua hal dapat dilakukan di Indonesia bahkan di muka bumi sekarang kita berdiri. Apapun itu dapat di beli dengan uang mulai dari barang, budaya, politik sampai hukum pun dapat dibeli terutama di Indonesia. Seakan akan mereka merasa sangat aman, karena masih memiliki kekasih semu mereka “uang”.
            Korupsi pun akhirnya meraja lela di negeri yang terkenal dengan berjuta kekayaan alam yang melimpah. Tercatat oleh The World Justice Project, pada tanggal 13 Juni 2011, bahwa Indonesia berada di peringkat 47 dari seluruh Negara di dunia. Sayangnya tak banyak orang tahu mengenai itu. Termasuk saya mungkin. Karena yang kita tahu hanyalah satu dua tiga koruptor dari sekian ratus koruptor sukses dunia. Mereka yang berada di Indonesia mungkin hanya koruptor ulung dan bagian kecil dari mereka yang tertangkap. Kita tidak tahu masih ada berapa banyak lagi mereka di ranah Indonesia.
Banyak kasus yang terjadi di negeri kita. Saya ambil satu contoh, orang yang mencuri buah dari pohon milik pengusaha saja sampai dituntut untuk masuk penjara, bagaimana dengan para koruptor, yang jauh mengambil uang banyak dari rakyat kecil sampai menengah atas. Jelas sekali, tidak sama berat balasannya, dan anehnya pemerintah bisa lebih cepat bahkan jauh lebih cepat menangani kasus non korupsi seperti terorisme. Apakah ini adil. Apakah dia juga dapat dibeli dengan uang.
 Sebenarnya saya tidak habis pikir, kenapa para koruptor masih mementingkan diri mereka sendiri padahal di satu sisi masih banyak rakyat kecil yang kebutuhan makan pun tidak terpenuhi. Lalu dimana letak hati nurani para pejabat tinggi yang tidak berempati sama sekali kepada saudara sebangsa setanah air.
Sudah lama Negara ini diperintah oleh Pak Yudhoyono, dan hanya sedikit kasus korupsi yang terlihat oleh rakyat. Bagaimana peran pemimpin bangsa dan wakil rakyat dalam membenahi Indonesia yang telah tercoreng namanya di Asia Pasifik, hingga 2010 lalu menduduki peringkat pertama korupsi. Memang sudah lama dibentuk Komisi Pemeberantas Korupsi (KPK). Tapi siapa tahu masih ada yang berani melakukan tindakan itu.
Mereka, para koruptor ialah yang memakan bangsa sendiri, yang tak peduli apapun selain uang dan dirinya dan mereka yang tentunya sama sekali tidak memiliki sikap nasionalisme terhadap Indonesia.
            Lalu bagaimana nasib bangsa Indonesia, jika masih terdapat banyak pejabat-pejabat tinggi yang melakukan tindak tercela tersebut. Apa kita akan diam seperti ini terus? menunggu nasib terus terpuruk dan membiarkan mereka melanjutkannya. Jika kita benar-benar mengaku sebagai rakyat Indonesia yang baik, benar dan cinta tanah air, tentu jawabnya pasti “Tidak”. Kita, rakyat Indonesia harus bisa membangun bumi pertiwi kita sendiri. Jangan biarkan mereka yang berkuasa dengan semena-mena mengambil hak kita. Korupsi itu sama saja dengan mencuri, bedanya mereka melakukannya dalam skala yang besar.
            Mereka-mereka para koruptor sebenarnya kecil, hanya saja mereka bisa menjadi besar karena mereka bekerja sama. Kita juga akan menjadi besar jika kita bersama membangun Indonesia yang lebih baik. Jika bisa kumpulkan seluruh rakyat yang memang bercita-cita membangun Indonesia mulai dari pulau Weh sampai Irian Jaya. Buat koneksi besar seluruh Indonesia, dan memberikan informasi tepat, serta kecam para petinggi yang melakukan tindak korupsi. Karena dengan kekerdilan kita sebagai rakyat biasa, kita akan menjadi sangat besar dibanding para koruptor.
            Kita, khususnya sebagai generasi muda harus melakukan tindakan. Mulailah dari hal yang kecil, seperti jadikan pelajar untuk tidak menyontek saat tes tertulis. Kenapa saya mengatakan demikian, Guru Pkn saya, yang sekarang sudah menjadi anggota DPRD pernah mengatakan, “saya sangat tidak suka bila ada murid saya yang menyontek, karena saya tidak mau menumbuhkan para koruptor di Negara ini, sudah cukup banyak, banyak”. Itu lah kalimat yang masih terngiang dalam pikiran saya. Ya karena disini dilihat dari aspek kejujuran, dimana hasil nilai mereka berasal dari berbagai sumber; sehingga lain kata hak teman berupa nilai diambil oleh orang lain, sebut saja koruptor nilai.
            Tidak hanya itu, sebagai peran senior atau orang dewasa harus bisa mendidik dan membangun karakter anak muda. Yang menurut saya mental anak muda sekarang sudah rusak, menghalalkan segala cara, untuk kesuksesannya. Mereka tak peduli akan nilai dan norma sosial yang berlaku, mereka yang masih labil belum mengetahui yang memang benar-benar suatu kebenaran. Seharusnya para pembesar Negara bersikap baik dan mencontohkan yang benar, bukan suka hati mereka karena kekuasaan berada pada diri mereka. Mereka adalah panutan bagi rakyat dan merekalah yang harus bisa mengubah pola pikir bangsa Indonesia, bukan mental malas.
            Mental rusak seperti itu lah yang harus dibuang jauh-jauh dari bangsa ini, lihat bangsa lain, seperti jepang, Amerika, Inggris dsb. Mereka dididik untuk selalu bekerja keras, tidak asal santai mendapat hasil maksimal. Wakil rakyat dan pemimpin yang benarlah dapat membuat mereka bisa mewujudkan Negara maju. Tidak seperti Indonesia, yang masih berkembang. Walaupun menurut saya hampr tidak ada perkembangan. Jelas saja kita terus dijajah, mulai imperialisme kuno sampai modern.
            Pertanyaannya, masih bisakah kita mengubah bangsa yang tengah terpuruk ini. Bisa. Asalkan rakyat sendirilah yang bertindak dan tuhan yang menentukan; homo propose, God dispose. Jadikan diri kita masing-masing sebagai Agent of Change yang berarti agen perubahan. Masih ingat kata bung karno, “berikan aku lima pemuda,maka aku akan mengguncang dunia”. Saking hebatnya sesosok pemuda dalam melakukan perubahan, hingga bung karno mengatakan seperti itu. Hanya dengan lima pemuda, bagaimana dengan Indonesia yang memiliki lebih dari sejuta pemuda.
Saya yakin suatu saat Indonesi pasti akan sukses di dunia, jika kita memiliki pemimpin yang kuat, berani, tegar, kritis, berwibawa, serta berwawasan luas. Dia pasti dapat mempersatukan Indonesia dan mengusai dunia. Bibit-bibit kita sebenarnya banyak, hanya saja pihak asing yang mengambil mereka yang tidak memiliki sikap nasionalisme. Marilah kita bangun Indonesia ini menjadikan Negara bebas korupsi dan sejahtera. Kalau tidak kita, siapa lagi yang akan mengubahnya.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Puisi Ujian Praktek SMA; Bersama Leonardus dan Priya

Berprahara Setegar Pujangga Putra Merah, merah Adalah duka dalam derita Berjuta jiwa berjuta nyawa Merah Mencapai hati menyerang nurani Saat tragedi kemanusiaan dimulai Tanjung Priok, Ambon dan Poso, trisakti ‘98 Tapi merah akan tetap teguh Surabaya 10 November, Jogja 5 Maret, Bandung Lautan Api Adalah bukti penyebab merah masih mengalir dalam denyut nadi pribumi Merah adalah cinta,  adalah amarah Yang mengantarkan nyawa mallaby jendral sekutunya bangsa jatuh ke neraka Merah adalah darah, Sipadan Ligitan hilang BUMN digadaikan Darah mu adalah hitam Birokrat, memakan uang rakyat, oknum pejabat, tak punya hati nurani Hitam Adalah hasrat, adalah kepentingan, adalah tawa diatas derita Hitam, akulah yang kau sebut hitam itu Akulah yang kau sebut keparat tak punya nurani itu Nurani Apa kabarmu nurani Masihkah ia hidup di negeri ini, ditanah ini Ketika budi pekerti hanyalah sampah Masih bernafaskah hati nurani ini Aku, Sang ...