Bank
Negara Indonesia, belum lama aku mengenal nama ini, hanya
sekadar melintas di pikiran tanpa mengetahui apa isi sebenarnya dari nama
tersebut. Baru 1 tahun lamanya juga aku resmi menjadi nasabah Bank Negara
Indonesia atau yang memiliki nama lain BNI. Ketika mendaftar aku memiliki niat
untuk menyimpan uang beasiswa yang akan saya dapatkan nanti, tapi sampai
sekarang pun aku tak mendapatinya. Karena untuk mendapatkan beasiswa dari
kampus, mahasiswa yang bersangkutan harus memiliki akun dengan bank yang
bekerja sama dengan kampus tersebut, yaitu BNI. Kebetulan aku adalah seorang
mahasiswa yang sekarang menuju tingkat 3 di Institut Teknologi Bandung.
Institusi atau kampusku ini adalah salah satu dari ratusan kampus di Indonesia
yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia. Selama 1 tahun menjadi pengguna
BNI aku merasa dimudahkan dalam segala urusan perkuliahan termasuk uang
pembayaran kampus. Kantor BNI pun sangat dekat dengan ITB, persis di depan ITB
Tamansari Bandung, juga di dalam kompleks perkuliahan ITB Jatinangor. Karena
pada saat ini ITB memiliki dua unit kampus yang jaraknya cukup jauh antara satu
dengan yang lain.
Sebenarnya
selama TPB (Tahap Persiapan Bersama) yaitu fase awal mahasiswa yang studi di
ITB —2 tahun yang lalu— aku belum memiliki akun
dan aku kerepotan harus membawa uang UKT atau uang semester di kantong karena
jumlahnya yang tidak sedikit, sebutlah 10 juta. Maka selama dua kali mengalami proses
yang rumit dalam pembayaran, akhirnya aku memutuskan untuk memiliki akun BNI. Saat
itu aku mendaftar di kantor BNI persis di samping alun-alun kota Purwokerto. Selain
untuk membayar uang semester, akun BNI ini dimaksudkan untuk menerima uang dari
beasiswa, sehingga aku tidak hanya mengeluarkan uang dari rekening tapi juga
memasukkannya. Dari situ berpikir betapa mudahnya akses untuk proses transfer-mentransfer
jika aku menggunakan atau terdaftar sebagai nasabah BNI. Aku yang istilahnya
beraktivitas di kampus yang menyediakan sebuah bank bagi para mahasiswanya,
kenapa tidak dipergunakan sebaik mungkin.
Dua
tahun yang lalu aku masih menjajaki kampusku di Bandung, sehingga apa pun yang
berkaitan dengan pembayaran UKT atau uang semester pun mudah. Karena selain di
depan kampus, jumlah kantor BNI sangat banyak di sekitar kota Bandung. Tapi
ternyata aku bersama teman-teman sejurusan dan beberapa jurusan lain
dipindahkan ke Jatinangor. Jurusan-jurusan tersebut merupakan jurusan baru di
ITB sehingga dialihkan ke Jatinangor. Aku pikir karena Jatinangor adalah kota
yang tidak sebesar kota Bandung sehingga tidak memiliki kemudahan dalam
perekonomian daerah. Tapi untungnya kantor BNI tersedia di sekitar kompleks ITB
Jatinangor yang tidak jauh dari asrama —tempat tinggal mahasiswa— sekitar 50 meter jaraknya.
Di asrama sendiri setiap mahasiswa yang ingin tinggal atau berhuni disana harus
melakukan pembayaran tiap bulannya dan dengan BNI yang ada dan sangat dekat
dengan tempat tinggalku, menjadi tak terasa pembayaran yang cepat, tepat dan
nikmat. Untuk pembayaran asrama aku cukup pergi ke Teller dan menyebutkan identitas kamar dan gedung yang aku tempati
serta berapa lamanya pembayaran yang dilakukan (untuk berapa bulan atau berapa tahun
ke depan). Hal ini sangat memudahkan mahasiswa termasuk diriku pribadi dalam pembayaran
asrama. Tidak perlu mecari di dompet dan memasukkan kartu atm serta mengetik
pilihan yang ada di layar atm, belum lagi jika koneksi jaringan yang lambat.
Tapi hanya dengan datang, menyebutkan sedikit info (posisi kamar dan durasi
pembayaran) tanda tangan lalu keluar, as simpel
as that. Hal itu yang menjadi nilai lebih buat BNI bagi mahasiswa termasuk
aku, lebih jelas, singkat dan meyakinkan.
Saat ini aku juga
bertransaksi jual beli secara online dengan Internet Banking dari BNI yang menyebabkan meningkatnya kemudahan,
keamanan dan keselamatan dari tiap nasabah. Karena aktivitas setiap manusia
Indonesia di era ini tidak jauh dari keberadaan smartphone ataupun gadget
lain termasuk aku. Cukup ke situs Internet
Banking BNI atau mengunduh aplikasi perangkat lunaknya, masuk dan mulai
berbisnis. Akhir kata hanya itu pengalaman aku dengan BNI yang saling
memudahkan satu sama lain, aku sangat meyakini sekaligus mempercayai bahwa BNI
adalah solusi tepat buat para mahasiswa di luar sana yang sangat menginginkan
kemudahan dan efisiensi tinggi dalam bertransaksi apa pun itu, termasuk
perkuliahan. Selamat ulang tahun ke-69 untuk BNI, terus berprestasi dan berbagi untuk negeri.
Komentar
Posting Komentar