Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Aku, Kampusku dan Bank Negara Indonesiaku

             Bank Negara Indonesia , belum lama aku mengenal nama ini, hanya sekadar melintas di pikiran tanpa mengetahui apa isi sebenarnya dari nama tersebut. Baru 1 tahun lamanya juga aku resmi menjadi nasabah Bank Negara Indonesia atau yang memiliki nama lain BNI. Ketika mendaftar aku memiliki niat untuk menyimpan uang beasiswa yang akan saya dapatkan nanti, tapi sampai sekarang pun aku tak mendapatinya. Karena untuk mendapatkan beasiswa dari kampus, mahasiswa yang bersangkutan harus memiliki akun dengan bank yang bekerja sama dengan kampus tersebut, yaitu BNI. Kebetulan aku adalah seorang mahasiswa yang sekarang menuju tingkat 3 di Institut Teknologi Bandung. Institusi atau kampusku ini adalah salah satu dari ratusan kampus di Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia. Selama 1 tahun menjadi pengguna BNI aku merasa dimudahkan dalam segala urusan perkuliahan termasuk uang pembayaran kampus. Kantor BNI pun sangat dekat dengan ITB, ...

Bersama BIB (Badan Implementasi Bisnis- KM ITB 2013/2014

Bincang-bincang dengan T-Files            Senin, 25 November 2013, KM ITB dari divisi BIB (Badan Implementasi Bisnis) mengundang alumni ITB yang telah sukses menjalani bisnis di bidang teknologi. Sebutlah beliau Mitha, dari jurusan oseanografi ITB. Saya memanggilnya Mitha, beliau membangun sebuah teknologi ciptaannya sendiri dan kemudian membuat jadi sebuah bisnis technopreneur. Awalnya mengundang mereka adalah karena ingin membahas lebih lanjut kenapa mahasiswa ITB yang hampir semuanya di bidang engineering mengambil sebuah bisnis non-teknologi, mereka hanya membuat bisnis seperti kuliner, fashion, atau bisnis  yang telah dijalani oleh masyarakat sekitar.           Mendengar pernyataan itu, kak mitha menolak mentah-mentah, mengapa?. Ya pasti karena kita sendiri kan anak ITB (Institut Teknologi Bandung) yang merupakan ‘anak teknologi’ yang memang seharusnya jika bisnis juga mengandung unsur teknologi, bukan sebagai age...

Identitas Mahasiswa

The Real Mahasiswa, Lebih dari Sekadar Siswa                 Itulah mengapa dinamakan mahasiswa, terletak dari namanya juga sudah ada embel-embel maha. Disini maha bukan hanya berarti luar biasa atau tidak biasa pada umumnya tapi memiliki arti lebih dari sekadar siswa. Ya siswa yang pada umumnya hanya ditugaskan belajar, menaati peraturan dan rajin lalalala. Tapi lain halnya dengan si maha ini, tidak hanya itu yang mereka lakukan melainkan turut lebih menanam nilai-nilai pada diri dalam bersosial, berhimpun dan berguna bagi nusa dan bangsa tentunya. Tapi bagaimana hal itu bisa terwujud, sedang tidak ada parameter yang dapat menjadi acuan. Parameter yang konkret-berdasarkan penelitian- adalah dengan mengklasifikasikan mahasiswa dengan identitasnya. Apakah mahasiswa tersebut dapat disebut the real mahasiswa atau hanya sekadar mahasiswa tapi “kerjaannya” seperti siswa sekolahan. Tentunya dibutuhkanlah identitas...

English Assignment TPB 2013

FOREIGN AID IS A BIG WASTE By Ganjar Abdillah Ammar 19813118 / SITH-R This text explains to us about the difference perspectives of the foreign aid. Where the positive and negative always present in every aspects of problematic case. The positive sides are foreign aid serve and give the health and live of human life that needed, like vaccine, medicine or many medic tools. The purposes are to help, caring and cover them for the disease and make their welfare. But in the other side, this one is not useful or this like a waste because of the dirty of dictator’s hand that have control the flow of fund that should be store for foreign aid, but we don’t know the actually. Not only the corruptor, foreign aid can make this nation being dependence to other nation. They only receive and wait the lucky again from others; they will not develop and will also break their mental. But this just the point of view when people saw this case. I think foreign aid not a big waste, not the small wast...

Tugas Akhir Seni Budaya SMA Kelas X

MANDANGIN Narator: Aulia Karima Mandangin: Ganjar Abdillah A. Nyai Rangkas: Yuni Ermaliza Sangkajang: M. Aldika Biyanto Tuman: Muslih Hakim Dewa Angin (Suara) : I Putu Gede Ardana Nenek Kiap: Stacia Dorothy T. Kirana: Karina Garnovelly K. Perompak: I Putu Gede Ardana Bawahan Tuman: I Putu Gede Ardana, M. Aldika Biyanto Warga 1: Maya Kurnia Insani Warga 2: Monika Chandra Warga 3: Audya Pratiwi P. X.6 SMAN 2 TANGERANG SELATAN SCENE 1 Pada jaman dahulu di hutan tak jauh dari Muara Sungai Mandahan, hiduplah sepasang suami istri yaitu Nyai Rangkas dan Sangkajang. Namun, walaupun mereka sudah lama menikah,mereka belum dikaruniai seorang anak. Pada suatu hari… Sangkajang: (baru pulang berburu) “Aku pulang,Dinda.” Nyai Rangkas: “Suamiku, Kakanda!” Sangkajang: “Ada apa gerangan, Adindaku?” Nyai Rangkas: “Tadi Dinda bermimpi akan mendapatkan keturunan yang dititiskan oleh Dewa Angin.”...

Tugas From Tanto Sensei; SMA Level

Japan conversation G: Hai muslih, Selamat pagi. おはよう ございます。 Muslih san Ohayou gozaimasu M:Hai juga jar, pagi. おはよう Ohayou Ganjar san, G:Apa kabar mu? おげんき ですか。 ogenki desuka? M:Baik sekali jar, Bagaimana denganmu? へん げんき です。おげんき ですか。 Taihen genki desu, ogenki desuka? G:Alhamdulillah baik mus, ngomong-ngomong Sedang apa kau disini? げんき です。 ここで何をしてい る   Ogenki des, Koko de nani shi teru no? M: Aku sedang menunggu si tude nih, dia lama banget. Dari jam 8 aku menggunya sampai sekarang tak datang juga. Padahal sudah jam setengah 9. 長い時 間 ,  8 時から私は来ていな い今まで待っていた。   すでに実 際に、 9 時半にします 。      Watashi wa tude ya no o matte iru , tudekun nagai jikan, hatchi-Ji kara watashi wa kite inai ima made matte ita.  Sudeni jissai ni, kyu-jihan ni shimasu. G:Ooooo si Tude,Dia sih memang lama mus, telat mulu. Nah itu dia tude を oooo ? Ganjar は確かに長い か ,, いつも遅刻す る ,  まあそれは tude tude o oooooooo,   tude wa ta...