Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Pembaharuan Ansos App

PROSOS APP  Powerful and Impactful Way to the Real Interact Sebuah ide yang ditanamkan ke dalam sebuah aplikasi mobile dengan tujuan meningkatkan rasa empati para pengguna smartphone terhadap lingkungan sekitar. Hal ini dilatarbelakangi karena mirisnya kondisi di tempat umum yang kurang peduli atau peka terhadap apa dan siapa yang ada di sekitarnya dan itu terjadi karena suatu kekuatan besar yaitu teknologi smartphone beserta aplikasi-aplikasi yang dimuatnya. Kali ini Prosos App hadir dengan membawa solusi dengan menggunakan kekuatan besar itu setiap pengguna didorong untuk berkomunikasi dan bersosialisasi langsung dan secara nyata kepada setiap pengguna di dunia sebenarnya. Prosos App mengusung suatu metode seperti media sosial internet lain, tetapi tidak berkomunikasi secara onIine melainkan secara langsung –seperti komunikasi orang seperti biasa- bertatap muka dan merasakan emosional. Aplikasi ini memiliki sifat memediasi setiap calon yang ingin bersosial terhadap pen...

5 Tangguh

SANTOUR –SANTOLO TOURING- Kebetulan kuliah, serba-serbi tugas dan UTS ataupun UAS di semester 4 telah berakhir, teman-teman mengajakku turut serta berwisata ke pantai. Lantas aku pun menyetujui ajakan tersebut karena sudah tak ada apa-apa lagi di kampus selain menunggu acara Ospek jurusan ku. Selang beberapa hari kemudian pergilah datanglah Wahyu bersama temannya, Aziz, ternyata dia juga mau ikut berhubung tidak ada kerjaan katanya. Rencana ke Pantai pun asal-asalan tak jelas atas dasar apa kita ke pantai dan aku juga hanya ikut-ikutan dan tak terlalu mengurus kepergian dan destinasinya. Tibalah aku mendengar bahwa kita akan ke pantai Santolo, terasa asing di telinga tapi tak apa karena niat aku adalah refreshing dan jalan-jalan. Walaupun tidak on Time dalam keberangkatan tetap jadi kita berlima ke pantai Santolo; Wahyu, Aziz, Abi, Shandy dan Aku. Keberangkatan dimulai dari asrama TB4, asrama kampus ITB Jatinangor yang terletak di sisi utara kompleks kampus menuju pusat kota Ja...

Tunjukkan Kalo Kamu Bukan The Real "Anti Sosial"

ANSOS The Most Impactful Anti Sosial App Ide ini dilatar belakangi karena semakin menurunnya kepedulian dan kepekaan pengguna sosmed di lingkungan sekitar akibat dari sarana komunikasi jarak jauh yang sangat mudah (cukup ketik dan tatap layar gadget). Padahal lingkungan sosial yang sebenarnya adalah lingkungan sosial di dunia nyata, bersama orang-orang dan masyarakat sesungguhnya yang melibatkan emosional dan arti bersosial sebenarnya. Aplikasi yang mengetahui seberapa besarnya tingkat ke-ansos-an (baca antisosial) kamu di dunia nyata. Dengan aplikasi ini setiap pengguna ditantang untuk berkomunikasi dengan orang disekitar yang terdeteksi oleh sesama pengguna app AnSos dengan berfoto, berbincang, menegur sapa ataupun fitur lain. Sehingga apabila pengguna telah bersosial kepada tiap pengguna maka app ini akan langsung menandai – automatically - kalau pengguna telah bersosial dengan tiap pengguna tadi. Setelah sekian dari sekian orang yang telah diajak bersosialisasi maka penggu...

Aku, Kampusku dan Bank Negara Indonesiaku

             Bank Negara Indonesia , belum lama aku mengenal nama ini, hanya sekadar melintas di pikiran tanpa mengetahui apa isi sebenarnya dari nama tersebut. Baru 1 tahun lamanya juga aku resmi menjadi nasabah Bank Negara Indonesia atau yang memiliki nama lain BNI. Ketika mendaftar aku memiliki niat untuk menyimpan uang beasiswa yang akan saya dapatkan nanti, tapi sampai sekarang pun aku tak mendapatinya. Karena untuk mendapatkan beasiswa dari kampus, mahasiswa yang bersangkutan harus memiliki akun dengan bank yang bekerja sama dengan kampus tersebut, yaitu BNI. Kebetulan aku adalah seorang mahasiswa yang sekarang menuju tingkat 3 di Institut Teknologi Bandung. Institusi atau kampusku ini adalah salah satu dari ratusan kampus di Indonesia yang bekerja sama dengan Bank Negara Indonesia. Selama 1 tahun menjadi pengguna BNI aku merasa dimudahkan dalam segala urusan perkuliahan termasuk uang pembayaran kampus. Kantor BNI pun sangat dekat dengan ITB, ...

Bersama BIB (Badan Implementasi Bisnis- KM ITB 2013/2014

Bincang-bincang dengan T-Files            Senin, 25 November 2013, KM ITB dari divisi BIB (Badan Implementasi Bisnis) mengundang alumni ITB yang telah sukses menjalani bisnis di bidang teknologi. Sebutlah beliau Mitha, dari jurusan oseanografi ITB. Saya memanggilnya Mitha, beliau membangun sebuah teknologi ciptaannya sendiri dan kemudian membuat jadi sebuah bisnis technopreneur. Awalnya mengundang mereka adalah karena ingin membahas lebih lanjut kenapa mahasiswa ITB yang hampir semuanya di bidang engineering mengambil sebuah bisnis non-teknologi, mereka hanya membuat bisnis seperti kuliner, fashion, atau bisnis  yang telah dijalani oleh masyarakat sekitar.           Mendengar pernyataan itu, kak mitha menolak mentah-mentah, mengapa?. Ya pasti karena kita sendiri kan anak ITB (Institut Teknologi Bandung) yang merupakan ‘anak teknologi’ yang memang seharusnya jika bisnis juga mengandung unsur teknologi, bukan sebagai age...

Identitas Mahasiswa

The Real Mahasiswa, Lebih dari Sekadar Siswa                 Itulah mengapa dinamakan mahasiswa, terletak dari namanya juga sudah ada embel-embel maha. Disini maha bukan hanya berarti luar biasa atau tidak biasa pada umumnya tapi memiliki arti lebih dari sekadar siswa. Ya siswa yang pada umumnya hanya ditugaskan belajar, menaati peraturan dan rajin lalalala. Tapi lain halnya dengan si maha ini, tidak hanya itu yang mereka lakukan melainkan turut lebih menanam nilai-nilai pada diri dalam bersosial, berhimpun dan berguna bagi nusa dan bangsa tentunya. Tapi bagaimana hal itu bisa terwujud, sedang tidak ada parameter yang dapat menjadi acuan. Parameter yang konkret-berdasarkan penelitian- adalah dengan mengklasifikasikan mahasiswa dengan identitasnya. Apakah mahasiswa tersebut dapat disebut the real mahasiswa atau hanya sekadar mahasiswa tapi “kerjaannya” seperti siswa sekolahan. Tentunya dibutuhkanlah identitas...

English Assignment TPB 2013

FOREIGN AID IS A BIG WASTE By Ganjar Abdillah Ammar 19813118 / SITH-R This text explains to us about the difference perspectives of the foreign aid. Where the positive and negative always present in every aspects of problematic case. The positive sides are foreign aid serve and give the health and live of human life that needed, like vaccine, medicine or many medic tools. The purposes are to help, caring and cover them for the disease and make their welfare. But in the other side, this one is not useful or this like a waste because of the dirty of dictator’s hand that have control the flow of fund that should be store for foreign aid, but we don’t know the actually. Not only the corruptor, foreign aid can make this nation being dependence to other nation. They only receive and wait the lucky again from others; they will not develop and will also break their mental. But this just the point of view when people saw this case. I think foreign aid not a big waste, not the small wast...

Tugas Akhir Seni Budaya SMA Kelas X

MANDANGIN Narator: Aulia Karima Mandangin: Ganjar Abdillah A. Nyai Rangkas: Yuni Ermaliza Sangkajang: M. Aldika Biyanto Tuman: Muslih Hakim Dewa Angin (Suara) : I Putu Gede Ardana Nenek Kiap: Stacia Dorothy T. Kirana: Karina Garnovelly K. Perompak: I Putu Gede Ardana Bawahan Tuman: I Putu Gede Ardana, M. Aldika Biyanto Warga 1: Maya Kurnia Insani Warga 2: Monika Chandra Warga 3: Audya Pratiwi P. X.6 SMAN 2 TANGERANG SELATAN SCENE 1 Pada jaman dahulu di hutan tak jauh dari Muara Sungai Mandahan, hiduplah sepasang suami istri yaitu Nyai Rangkas dan Sangkajang. Namun, walaupun mereka sudah lama menikah,mereka belum dikaruniai seorang anak. Pada suatu hari… Sangkajang: (baru pulang berburu) “Aku pulang,Dinda.” Nyai Rangkas: “Suamiku, Kakanda!” Sangkajang: “Ada apa gerangan, Adindaku?” Nyai Rangkas: “Tadi Dinda bermimpi akan mendapatkan keturunan yang dititiskan oleh Dewa Angin.”...